Selasa, 03 Desember 2013
Browse »
home»
inilah
»
kabah
»
kunci
»
pemegang
»
Inilah Pemegang Kunci Kabah

Sumber: http://yafi20.blogspot.com/2011/08/pemegang-kunci-kabah.html#ixzz1VkfcbVFF
Inilah Pemegang Kunci Kabah

--Salam Boleh jadi posisi inilah yang diimpikan banyak umat Islam, yakni sebagai pemegang kunci Kabah. Maklum saja, jabatan itu diberikan langsung oleh Nabi Muhammad setelah menguasai Makkah ketika itu.
Setelah menghancurkan semua berhala dalam Kabah dan bangunan itu dimandikan, Nabi Muhammad lantas menyerahkan kunci-kunci pintu Kabah kepada Usman bin Taha dan Shaibah, sepupu Usman. "Kunci ini akan tetap Anda pegang hingga hari kiamat," kata Nabi.
Saat ini, kunci Kabah itu dipegang oleh keturunan Shaibah, yakni Syekh Abdul Qadir bin Taha al-Shaibi. Ia bertanggung jawab untuk membuka dan menutup pintu Kabah serta mencuci bangunan yang dibuat oleh Nabi Ibrahim itu. "Kunci-kunci ini harus dipegang oleh anggota tertua keluarga, jadi bisa saja ke sepupu saya," kata Syekh Abdul Qadir.
Ia mengatakan Kabah dimandikan dua kali saban tahun, yakni pada 15 Muharam dan permulaan bulan Syaabn. Acara ini biasanya dihadiri oleh raja Arab Saudi atau Emir Makkah Pangeran Khalid al-Faisal, dan para pejabat senior.
Syekah Abdul Qadir mengatakan lantai Kabah dari granit berwarna putih dan sebagian dindingnya juga dilapisi granit. Di dalamnya terdapat sebuah hijab berwarna hijau, emas, perhiasan, dan pintu Tobat. Pintu ini terbuat dari emas dan menuju ke atap Kabah.
Ia mengungkapkan di dalam Kabah terdapat sebuah ubin berwarna gelap yang meruipakan tempat Nabi Muhammad meletakkan kepalanya ketika letih. Terdapat pula sejumlah lampu dari zaman Kekaisaran Ottoman terbuat dari tembaga, perak, dan gelas berhiaskan ayat-ayat Al-Quran.
Syekh Abdul Qadir menjelaskan kain penutup Kabah (Kiswah) awalnya dibuat di Mesir. Namun setelah kerajaan Arab Saudi berdiri, raja pertama Abdul Aziz membuat pabrik yang memproduksi Kiswah.
Ia menyebutkan tempat tinggal pemegang kunci Kabah tadinya di Gunung Safa, dekat Masjid al-Haram. Namun setelah dibongkar akibat proyek perluasan masjid, kediaman Syekh Abdul Qadir dipindah ke kawasan Aziziyah, letaknya lebih jauh dari Kabah.
Ia berharap pemerintah memberikan rumah yang jaraknya dekat dengan Kabah. "Tahun ini saya menyewa sebuah kamar hotel agar bisa dekat ke Kabah. Kami biasa tinggal dekat Kabah dan tidak ingin jauh," ujarnya.
Setelah menghancurkan semua berhala dalam Kabah dan bangunan itu dimandikan, Nabi Muhammad lantas menyerahkan kunci-kunci pintu Kabah kepada Usman bin Taha dan Shaibah, sepupu Usman. "Kunci ini akan tetap Anda pegang hingga hari kiamat," kata Nabi.
Saat ini, kunci Kabah itu dipegang oleh keturunan Shaibah, yakni Syekh Abdul Qadir bin Taha al-Shaibi. Ia bertanggung jawab untuk membuka dan menutup pintu Kabah serta mencuci bangunan yang dibuat oleh Nabi Ibrahim itu. "Kunci-kunci ini harus dipegang oleh anggota tertua keluarga, jadi bisa saja ke sepupu saya," kata Syekh Abdul Qadir.
Ia mengatakan Kabah dimandikan dua kali saban tahun, yakni pada 15 Muharam dan permulaan bulan Syaabn. Acara ini biasanya dihadiri oleh raja Arab Saudi atau Emir Makkah Pangeran Khalid al-Faisal, dan para pejabat senior.
Syekah Abdul Qadir mengatakan lantai Kabah dari granit berwarna putih dan sebagian dindingnya juga dilapisi granit. Di dalamnya terdapat sebuah hijab berwarna hijau, emas, perhiasan, dan pintu Tobat. Pintu ini terbuat dari emas dan menuju ke atap Kabah.
Ia mengungkapkan di dalam Kabah terdapat sebuah ubin berwarna gelap yang meruipakan tempat Nabi Muhammad meletakkan kepalanya ketika letih. Terdapat pula sejumlah lampu dari zaman Kekaisaran Ottoman terbuat dari tembaga, perak, dan gelas berhiaskan ayat-ayat Al-Quran.
Syekh Abdul Qadir menjelaskan kain penutup Kabah (Kiswah) awalnya dibuat di Mesir. Namun setelah kerajaan Arab Saudi berdiri, raja pertama Abdul Aziz membuat pabrik yang memproduksi Kiswah.
Ia menyebutkan tempat tinggal pemegang kunci Kabah tadinya di Gunung Safa, dekat Masjid al-Haram. Namun setelah dibongkar akibat proyek perluasan masjid, kediaman Syekh Abdul Qadir dipindah ke kawasan Aziziyah, letaknya lebih jauh dari Kabah.
Ia berharap pemerintah memberikan rumah yang jaraknya dekat dengan Kabah. "Tahun ini saya menyewa sebuah kamar hotel agar bisa dekat ke Kabah. Kami biasa tinggal dekat Kabah dan tidak ingin jauh," ujarnya.
Sumber: http://yafi20.blogspot.com/2011/08/pemegang-kunci-kabah.html#ixzz1VkfcbVFF
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar